Kamis, 07 Februari 2013

Salah, Bukan pada Tempatnya

Mengapa buang sampah sembarangan itu salah?
Karena dibuang bukan pada tempatnya.

Mengapa 2 x 2 = 8 itu salah?
Karena angka 8 diletakkan bukan pada pertanyaan yang tepat. Artinya, bukan pada tempatnya.

Mengapa aku merasa mencintaimu adalah salah?
Mungkin karena aku menjatuhkan cinta di tempat yang salah.
Seharusnya rasa ini tidak boleh muncul. Sedikitpun tidak boleh. Tapi siapa yang berhak melarang manusia untuk jatuh cinta? Tidak ada kan? Bahkan waktu pun ikut campur dalam cerita ini. Dan jarak, tidak mampu lagi menjauhkan rasa cinta yang kumiliki. Karena cinta ini sudah terlalu egois. Enggan pergi meskipun harus menangis dalam perihnya sebuah penantian. 
Mungkinkah jika cinta ini salah, itu berarti penantian ini juga salah?
Benarkah aku menanti di tempat yang salah?
Seperti menanti kereta api di halte bus, sampai mati pun kereta api itu takkan datang.
Akankah cintaku seperti itu?
Jika aku sudah tahu cinta dan penantian ini salah, lalu mengapa aku masih bertahan?
Aku sendiri tidak tahu. 
Yang aku tahu cintaku padamu tanpa alasan, dan aku juga tak pernah punya alasan untuk berhenti mencintaimu.
Mungkin satu-satunya alasan mengapa aku mencintaimu dan tak mau berhenti adalah karena aku mampu bertahan, 
bertahan saat senyummu bukan untukku
bertahan saat kata-kata manismu bukan ditujukan padakau
bertahan saat bahagiamu bukan karena diriku
Tapi mengapa aku bisa bertahan? Lagi-lagi aku sendiri tidak tahu.

Cinta ini salah, bukan pada tempatnya
#BukanBintangKejora

@AstriRatnasari

2 komentar:

  1. Akan ada yang meruntuhkan pertahananmu untuknya, nanti. Ketika ada yang mampu menyentuh hatimu meski tanpa isyarat. Segala penantian yang tidak tepat itu, akan terbuang pada tempatnya.
    Mungkin nanti. Percayalah.

    BalasHapus