Sabtu, 28 Maret 2015

Menyerah??

Untuk kamu yang mungkin tidak akan pernah membaca tulisan ini.
Tidak, tulisan ini bukan untukmu. Hanya saja jika kau bertanya-tanya apa arti dari sikap diamku akhir-akhir ini, mungkin kau dapat menemukan jawabannya di sini.

Mungkin aku lelah.
Ya aku lelah walau sudah sangat sering aku bertahan ditemani lagu "I won't give up - Jason Mraz-
Berulang kali aku berusaha untuk tidak menyerah
Karena kupikir menunggu itu mudah
Tapi jika menunggumu, kurasakan sesak tiada arah

Aku ingin diperjuangkan
Ya aku ingin. Katanya cinta itu saling memperjuangkan.
Tapi, selama ini aku merasa berjuang sendirian
Parahnya lagi, aku merasa hanya aku yang menyukaimu. Tidak sebaliknya.

Aku sadar ini bukan waktunya membahas hal seperti ini
Aku sadar kita sama-sama fokus pada kuliah dan masa depan
Aku sadar hal itu
Maka dari itu aku bilang akan menunggu
Tapi, sikapmu membuatku tak ingin lagi menunggu
Mengapa?

Kini aku berubah
Aku tidak lagi menunggu pesan darimu
Aku tidak lagi ingin bertemu denganmu
Aku tidak lagi tertarik dengan ceritamu
Aku tidak lagi mengharapkanmu
Apa aku salah bersikap begitu?
Jika aku salah, silahkan pergi
Karena satu-satunya perasaan yang tertinggal saat ini adalah
Aku khawatir dengan dirimu. Hanya itu.
Aku hanya ingin memastikan dirimu baik-baik saja
Aku hanya ingin memastikan kuliahmu lancar
Aku hanya ingin memastikan harimu bermanfaat
Aku hanya ingin melihat itu

Maaf aku menyerah...... :(

".......if you say you want me to stay, I'll change my mind".
One Direction - Change My Mind

Rabu, 11 Maret 2015

Love, Life, Skripsi!

Pria dengan jaket biru dongker itu masih setia duduk di sudut ruangan. Matanya yang sayup dibalik kacamata mulai terasa sangat lelah. Sesekali ia tertunduk berusaha menahan kantuk. Skripsi dan jurnal-jurnal penelitian berserakan di atas mejanya.
"Kau pikir ini rumahmu?". Shazia menghampiri sambil meletakkan tasnya di atas meja yang sudah sangat terlihat berantakan itu.
"Memang". Jawab Ega singkat sambil kembali mengetik skripsinya.
"Dasar kau ini. Lihat satu meja kau gunakan sendirian". Shazia menunjuk ke arah sekitar yang semua meja penuh dengan orang, kecuali meja yang digunakan Ega. Seharusnya meja ini cukup untuk 6 orang, tapi Ega membajaknya untuk dirinya sendiri.
"Woh. Benar juga. Biarlah". Ega terkekeh sambil membetulkan kacamatanya.
"Sudah sampai mana?". Tanya Shazia mengubah topik pembicaraan.
"Apa? Skripsi? Sudah sampai bosan hahaha".
"Semangat!". Kata Shazia sambil mengepalkan tangannya.
"Aaaahh bosan aku bosan mendengarnyaaaa". Ega mengacak-ngacak rambutnya.
"Yeuuh semakin jelek penampilanmu jika begitu". Shazia terkekeh sambil merapikan rambut Ega dengan jari jemarinya. "Sudah jam 2 siang, belum makan kan?".
"Wah tahu saja. Beluuum. Bawa makanan?". Tetiba Ega jadi manja.
"Menurutmu?".
"Pasti bawa". Ega tersenyum seperti kuda
"Iya iya bawa. Ini Ibuku yang masak untukmu. Dia khawatir dengan keadaanmu".
"Benarkah? Wah terima kasih. Aku janji setelah skripsi ku selesai, aku akan mengunjungi ibumu". Kata Ega bersemangat.
"Tak usah banyak janji. Kerjakan saja sana".
"Ah kau ini selalu saja menyuruhku mengerjakan. Kau sendiri bagaimana? Kapan mulai penelitian?".
"Tenang, kau lulus duluan saja. Cepat makan sebelum terlalu dingin".
"Selalu saja mengubah topik pembicaraan jika kutanya tentang penelitian". Gerutu Ega dengan raut wajah kesal.
"hahaha jangan khawatir, aku akan segera menyusul".
"Tapi janji ya tidak lebih dari 4 tahun?".
"Iya, janji".


Bersambung...............................