Rabu, 17 Februari 2016

Peran

Pada akhirnya kita sadar, bahwa manusia memilik perannya masing-masing di dunia ini. Akupun begitu. Walau sebenarnya aku tak pernah bisa memilih untuk dilahirkan di keluarga seperti apa atau dalam kondisi fisik yang bagaimana. Sebelum terlahir ke dunia, aku tidak mengikuti casting apapun untuk memilih peran yang kuminati. Tidak sama sekali. Yang aku tahu segala hal berubah, baik itu disadari maupun tidak. Dari sosok mungil yang hanya bisa menangis ketika lapar dan haus hingga sosok dewasa yang menangis bukan hanya karena lapar dan haus.
Hidup adalah sebuah perjalanan dan mati bukanlah akhir, karena tujuan hidup bukan untuk mati, melainkan untuk hidup kembali pada kehidupan yang kekal di akhirat nanti.
Lalu, bagaimana kita mengisi perjalanan kita yang selama ini kita sebut hidup? Sudahkah cukup perbekalan untuk kehidupan berikutnya setelah kematian?

Let's do something good untuk dunia dan akhirat kita.
Jangan mengeluh dengan peran yang kita dapat dalam hidup. Sebenarnya kita adalah peran utama dalam hidup kita masing-masing, sedangkan hanya figuran dalam hidup orang lain. Ini hidupmu, kaulah sutradaranya dan Allah-lah "Produsernya". Jangan sampai kita menjadi figuran dalam hidup kita sendiri. Jangan sampai kita disutradarai oleh orang lain dalam hidup yang kita miliki. Dan yang terpenting, jangan pernah kecewakan "Produsernya".

Hidup itu pilihan?
Tidak.
Sebenarnya kita tidak pernah memilih, melainkan kita yang terpilih
Tinggal bagaimana kita membuktikan bahwa kita pantas menjadi yang terpilih


"Jika hidup mulai terasa melelahkan, ingatlah pertanyaan ini: Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
-Redrose-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar