Rabu, 11 Maret 2015

Love, Life, Skripsi!

Pria dengan jaket biru dongker itu masih setia duduk di sudut ruangan. Matanya yang sayup dibalik kacamata mulai terasa sangat lelah. Sesekali ia tertunduk berusaha menahan kantuk. Skripsi dan jurnal-jurnal penelitian berserakan di atas mejanya.
"Kau pikir ini rumahmu?". Shazia menghampiri sambil meletakkan tasnya di atas meja yang sudah sangat terlihat berantakan itu.
"Memang". Jawab Ega singkat sambil kembali mengetik skripsinya.
"Dasar kau ini. Lihat satu meja kau gunakan sendirian". Shazia menunjuk ke arah sekitar yang semua meja penuh dengan orang, kecuali meja yang digunakan Ega. Seharusnya meja ini cukup untuk 6 orang, tapi Ega membajaknya untuk dirinya sendiri.
"Woh. Benar juga. Biarlah". Ega terkekeh sambil membetulkan kacamatanya.
"Sudah sampai mana?". Tanya Shazia mengubah topik pembicaraan.
"Apa? Skripsi? Sudah sampai bosan hahaha".
"Semangat!". Kata Shazia sambil mengepalkan tangannya.
"Aaaahh bosan aku bosan mendengarnyaaaa". Ega mengacak-ngacak rambutnya.
"Yeuuh semakin jelek penampilanmu jika begitu". Shazia terkekeh sambil merapikan rambut Ega dengan jari jemarinya. "Sudah jam 2 siang, belum makan kan?".
"Wah tahu saja. Beluuum. Bawa makanan?". Tetiba Ega jadi manja.
"Menurutmu?".
"Pasti bawa". Ega tersenyum seperti kuda
"Iya iya bawa. Ini Ibuku yang masak untukmu. Dia khawatir dengan keadaanmu".
"Benarkah? Wah terima kasih. Aku janji setelah skripsi ku selesai, aku akan mengunjungi ibumu". Kata Ega bersemangat.
"Tak usah banyak janji. Kerjakan saja sana".
"Ah kau ini selalu saja menyuruhku mengerjakan. Kau sendiri bagaimana? Kapan mulai penelitian?".
"Tenang, kau lulus duluan saja. Cepat makan sebelum terlalu dingin".
"Selalu saja mengubah topik pembicaraan jika kutanya tentang penelitian". Gerutu Ega dengan raut wajah kesal.
"hahaha jangan khawatir, aku akan segera menyusul".
"Tapi janji ya tidak lebih dari 4 tahun?".
"Iya, janji".


Bersambung...............................

1 komentar:

  1. Bagi yang mau lanjutan ceritanya silahkan mention ke @AstriRatnasari . Postingan lanjutan cerita bergantung pada jumlahnya permintaan lanjutan. Hehehehe

    BalasHapus