Halaman

Kamis, 04 Agustus 2016

Causeless: Karena cinta bukan tentang mengapa, jadi jangan tanya mengapa

Aku menyayanginya
Entah bagaimana penjelasannya
Aku menyayanginya
Jangan tanya mengapa

Cinta itu bukan skripsi
Entah bagaimana latar belakangnya
Entah serumit apa metodenya
Entah sepanjang apa pembahasannya
Kesimpulannya akan selalu sama
Aku menyayanginya
Itu saja
Jangan tanya mengapa

...

"Mengapa harus mengapa?"
Karena ditanya 'mengapa aku menyanyanginya' akan sama rasanya seperti ditanya 'siapa namaku' ketika aku amnesia. Sekeras apapun aku berpikir, aku tetap tidak akan tahu jawabannya

-AR-

Sabtu, 18 Juni 2016

Rumit


Perempuan itu rumit
Ia percaya walau sebenarnya ia curiga
dan ketika kecurigaannya benar,
Ia tetap percaya walau sebenarnya ia sakit

Perempuan itu rumit
Minta dimengerti tapi tidak bisa dimengerti
dan ketika tidak dimengerti,
Ia tidak dapat menjelaskan

Semacam,
"you can't understand and I can't explain"

Perempuan itu rumit
Ia marah tapi ia diam
Ia kecewa tapi ia tersenyum
Ketika perempuan marah dan hanya mengirimkan emot " :) " (smile) pada percakapannya, itu artinya ia sudah sangat kecewa dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Lalu mengapa ia tetap tersenyum?
Sudah kubilang perempuan itu rumit

Perempuan itu rumit
Makhluk manja yang bisa mandiri
Tapi lelah jika terus sendiri
Ia bisa lakukan sendiri
Tapi tetap butuh didampingi

Perempuan itu rumit
Tidak apa-apa baginya "aku kecewa"
Yasudah baginya "aku marah"
Baiklah baginya "terserah anda"
Bodoamat baginya "aku stress"

Perempuan itu rumit
Ia tahu jawabannya, tapi ia tetap bertanya
Ia mengerti maksudnya, tapi ia tetap memastikan
Rumit
Perempuan itu rumit
Makhluk yang haus akan kepastian
Tapi sulit untuk menjelaskan
apa yang ingin ia pastikan

"Maaf aku terlalu perempuan"

Jumat, 27 Mei 2016

Hadiah Terbaik Adalah Waktu


Iya, waktu

Hadiah terbaik adalah waktu
Seseorang memberimu hadiah karena kamu spesial baginya
Jadi jika ia tak memberikan waktunya untukmu
Maka kamu tidak spesial baginya
As simple as that
-redrose-

^Sayap-Sayap Patah di Ujung Jembatan^

Rabu, 23 Maret 2016

Hati Kertas



[Sumber foto: http://www.wikihow.com]

Untuk hati yang mudah basah
Jangan memaksa keluar jika hujan
Jangan berkata payung itu cukup melindungimu
Karena bagaimanapun kau akan tetap basah

Katamu tidak apa, asal dia bahagia
Padahal dirimu sudah penuh noda merah
Luka berdarah yang kau goresan sendiri
Semakin dalam, semakin sakit

Tapi tetap saja
Kau bilang kau sangat menikmatinya
Heran
Mengapa kau menikmati rasa sakit?

Cinta itu memang butuh perjuangan
Tapi hanya cinta terbalas
yang pantas untuk diperjuangkan
Jangan pernah berjuang sendirian
Jangan

Selasa, 23 Februari 2016

Doa Nyeleneh Anak Labil


[Sumber foto: aruhuriyya.wordpress.com]


Bagai makan buah simalakama
Dimakan ibu mati
Tidak dimakan bapak mati
Bagai makan buah simalakama
Menyerah diriku mati
Tidak menyerah mereka mati
Kurang lebih seperti itu
Lebih kurang seperti ini
Hidup segan, mati tak mau
Didekatkan segan, dijauhkan tidak mau

Di awal doa mohon didekatkan jika berjodoh
Di akhir doa mohon dijauhkan jika tidak berjodoh
Setelah selesai berdoa, mohon dijodohkan saja jika bisa
Labil
Kurang lebih seperti itu
Lebih kurang seperti ini
Malu-malu kucing
Malu-malu tapi mau

Kepada Tuhan yang Maha membolak-balikkan hati
Maafkan atas segala doa "nyeleneh" yang kupanjatkan selama ini
Maafkan telah membuat-Mu cemburu dengan segala angan tentangnya
Maafkan, kumohon maafkan diriku

Hal yang paling menyakitkan adalah berharap pada manusia
Karena kemungkinannya hanya dua
Dipenuhi atau dikecewakan
Ketika berharap pada-Mu
Kemungkinannya tiga
Dipenuhi, ditunda, diganti
Karena Engkau Sang Pemilik waktu
Karena Engkau yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang makhluk-Mu tidak ketahui
Boleh jadi hal tersebut baik buatku, tapi sebaliknya bagi-Mu
Boleh jadi aku menyukai sesuatu, tapi sebaliknya dengan-Mu
Percaya pada manusia lebih sering berujung kecewa
Percaya pada-Mu tidak pernah berujung, melainkan sepanjang waktu


"Aku masih saja nyeleneh dan labil, tapi dengan niat sedikit demi sedikit mengurangi. Perlahan tapi pasti"
-Redrose-


Rabu, 17 Februari 2016

Peran

Pada akhirnya kita sadar, bahwa manusia memilik perannya masing-masing di dunia ini. Akupun begitu. Walau sebenarnya aku tak pernah bisa memilih untuk dilahirkan di keluarga seperti apa atau dalam kondisi fisik yang bagaimana. Sebelum terlahir ke dunia, aku tidak mengikuti casting apapun untuk memilih peran yang kuminati. Tidak sama sekali. Yang aku tahu segala hal berubah, baik itu disadari maupun tidak. Dari sosok mungil yang hanya bisa menangis ketika lapar dan haus hingga sosok dewasa yang menangis bukan hanya karena lapar dan haus.
Hidup adalah sebuah perjalanan dan mati bukanlah akhir, karena tujuan hidup bukan untuk mati, melainkan untuk hidup kembali pada kehidupan yang kekal di akhirat nanti.
Lalu, bagaimana kita mengisi perjalanan kita yang selama ini kita sebut hidup? Sudahkah cukup perbekalan untuk kehidupan berikutnya setelah kematian?

Let's do something good untuk dunia dan akhirat kita.
Jangan mengeluh dengan peran yang kita dapat dalam hidup. Sebenarnya kita adalah peran utama dalam hidup kita masing-masing, sedangkan hanya figuran dalam hidup orang lain. Ini hidupmu, kaulah sutradaranya dan Allah-lah "Produsernya". Jangan sampai kita menjadi figuran dalam hidup kita sendiri. Jangan sampai kita disutradarai oleh orang lain dalam hidup yang kita miliki. Dan yang terpenting, jangan pernah kecewakan "Produsernya".

Hidup itu pilihan?
Tidak.
Sebenarnya kita tidak pernah memilih, melainkan kita yang terpilih
Tinggal bagaimana kita membuktikan bahwa kita pantas menjadi yang terpilih


"Jika hidup mulai terasa melelahkan, ingatlah pertanyaan ini: Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
-Redrose-

Selasa, 16 Februari 2016

Apa itu Kita?

[Sumber foto: www.terupdateonline.com]

Tidak, semua ini salah

Mengapa kau tidak pergi saja?

Aku tahu kau tak sekuat itu

Akupun begitu

Tak sekuat yang kau bayangkan

Jangan percaya semua ucapanku

bahwa aku baik-baik saja

Karena aku dan kamu

Takkan pernah menjadi kita

***

Aku dan kamu itu tidak mengapa

Tapi jika kita,

akan banyak hati yang terluka

Aku dan kamu itu tidak mengapa

Jika bukan kita, 

aku saja yang akan terluka

mereka tidak

Semoga kamu pun tidak